Bela Diri Tapak Suci SMP-IT ICBS

Alhamdulillah, sesuai dengan perjalanan waktu perkembangan umat ini, maka sosok pembinaan kesehatan, kekuatan dan keterampilan melalui beladiri menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Dengan niat mencari ridha Allah SWT dan dalam rangka ber fastabiqul-khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) sehingga menjadi warisan turun temurun dan budaya yang sangat kuat dalam melahirkan muslim dan muslimah sejati pemberani.

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT dari pada mukmin yang lemah dan pada keduanya terdapat kebaikan” (HR Muslim)”

Di Indonesia ada banyak ragam beladiri, baik yang jahili (tidak sesuai syariat Islam) maupun yang mengaku islami. Beladiri jahili jelas tidak layak dikonsumsi oleh umat islam. sementara beladiri yang mengaku islami harus benar-benar dicermati karena banyak beladiri yang mengggap dirinya islami tetapi isi dan prakteknya jahili, seperti beladiri yang mensyaratkan sesajen, puasa mutih, ayam putih, mengajarkan mantra-mantra untuk mengundang jin, mengajarkan jampi-jampi yang dicampur dengan ayat Al-Qur’an atau murni dari ayat2 Al-Qur’an dan Asma’ul-Husna tetapi cara mengamalkan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw, mengajarkan amalan-amalan yang bertentangan dengan syari’ah atau paling tidak beladiri tersebut pada prakteknya masih bercampur dengan dosa. Diantaranya masih menggunakan penghormatan secara jahili, menyebut kalimat tertentu yang mengandung unsur syirik, tidak memisahkan antara laki-laki dan perempuan saat latihan, gerakan beladirinya disamakan antara laki-laki dan perempuan . Hal-hal jahili tersebut merupakan cara-cara yang dilarang oleh syariat islam.keliatannya sepele tapi dampaknya amat besar.Nauzubillah minzalik…

Syarat-syarat beladiri sebaiknya memenuhi syarat-syarat berikut ini :

1. Tidak ada syirik

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya..”(QS An-Nisa :48)

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan (QS Al-an’am :88)

” Sesungguhnya orang2 kafir yakni ahli kitab dan orang2 musyrik (akan masuk) ke neraka jahanam, mereka kekal di dalamnya.'(QS Al -Bayyinah : 6)

Rasulullah dan sahabat-sahabatnya tidak pernah mengunakan Al-Qur’an sebagai alat kekebalan tubuh/kesaktian badan, menjatuhkan lawan dari jarak jauh, tidak kebal dari tebasan pedang dan tusukan panah. Bahkan para sahabat banyak yang syahid di medan perang, seandainya Al-Qur’an diturunkan untuk kekebalan tubuh dan kesaktian badan, tentu merekalah orang yang paling kebal dan paling sakti

2. Menjaga fitrah Kemanusiaan.

Gerakan-gerakan beladiri yang diajarkan harus memperhatikan keselamatan fitrah. Dalam hal ini gerakan untuk perempuan harus disesuaikan dengan postur tubuh dan fitrahnya.Begitu pula laki-laki gerakan yang diajarkan harus sesuai dengan postur tubuh dan fitrahnya.

” Bukan termasuk kaumku yang menyerupai laki-laki dari jenis perempuan dan bukan termasuk kaumku orang yang menyerupai perempuan dari jenis-jenis laki-laki (HR Ahmad)”

“Allah melaknat orang-orang laki-laki yg berpenampilan seperti perempuan serta melaknat orang perempuan yang berpenampilan laki-laki (HR Abu Daud)

3. Tidak ada Maksiat

Pakaian yang digunakan harus sesuai syariat yaitu menutup aurat, tidak ketat, tidak tipis, laki2 dan perempuan harus dipisah supaya tidak terjadi ikhtilath ( campur baur) dan berakibat menimbulkan fitnah, tidak ada alunan musik yang melanggar syariah, tidak ada gerakan2 mengundang fitnah, perempuan tidak dipertontonkan didepan umum dan lain sebagainya.

” Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya” (QS An-Nur :30)”

” Katakanlah kepada wanita beriman, “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkkan perhiasannnya kecuali yang biasa tampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutup kain kerudung kedadanya…dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan” (QS An-nur : 31)

4. Tidak Menyerupai Orang kafir dan berprilaku sombong.

Seperti dalam hal berpakaian, cara penghormatan dan cara bersalaman dan lain sebagainya.

Penghormatan seperti menundukkan kepala serendah-rendahnyanya/ sujud ruku’ kepada orang lain, mengatupkan kedua tangan, menghilangkan tangan sambil mengucapkan kata-kata tertentu. Kita meliat sekarang banyak senioritas, yang kadang menganggap dirinya hebat sehingga junior pantas untuk menghormati senior dan muncul penyakit-penyakit hati berupa kesombongan muncul. Padahal Allah yg Maha Kuat dan Hebat tidak pernah membedakan klas manusia yang membedakan hanya ketakwaan. Apa yg mesti kita pantas sombongkan didunia ini, apa kita ingin seperti syetan yang merasa sombong atas dirinya yang merasa lebih suci dan hebat dari adam shg Allah melaknatnya.

5. Sehat Lahir bathin

Pesertanya diarahkan kepada mengkonsumsi makanan yang halal dan tidak mengandung unsur-unsur merusak badan seperti alkohol, rokok, pengawet, biang gula dan lain sebagainya. Beladiri tersebut juga harus mengajak kepada perbaikan batin yaitu mental, akhlak, keimanan, ibadah, wawasan agama dan lain-lain karena beladiri manapun yang mengaku isllam harus menjujung tinggi nilai-nilai islam, menjaga batasan-batasannya dan mengamalkan ajarannya.

Islam memandang wujud manusia sebagai makhluk yang terdiri dari 3 unsur yaitu AKAL, JIWA dan RAGA. Ketiga unsur ini masing-masing mempunyai hak yang harus dipenuhi. Akal berhak untuk dicerdaskan, dipintarkan dan dipenuhi dengan wawasan dengan cara belajar, berpikir,melakukan kajian dan sebagainya. Jiwa berhak untuk dibersihkan dan ditumbuhkan kembangkan melalui ibadah dan amalan-amalan ritual lainnya. sedangkan badan berhak untuk disehatkan, dikuatkan dan diaktifkan segala komponennya dengan mengkonsumsi makanan halal, berobat dan berolahraga secara teratur, dimana beladiri juga termasuk kegiatan yang efektif menyehatkan badan.

Seperti asal kata “beladiri” yang terdiri dari kata “bela” dan “diri” sehingga dipahami bahwa sebuah beladiri mengandung unsur olahraga yang menyehatkan. karena setiap beladiri pasti terdiri dari gerakan-gerakan badan dan jurus-jurus termasuk gerakan-gerakan pendukung lainnya. yang dapat dilatih secara teratur, sehingga dapat diperoleh manfaat untuk membela diri, khususnya pada saat terancam bahaya, dan untuk membela kebenaran secara umum ( mengikat diri pada talui Allah SWT untuk mempertahankan haq). mengamalkan gerakan-gerakan tersebut tidak sekedar dapat menyehatkan tubuh, akan tetapi juga harus mampu menyehatkan baik secara jasmani maupun rohani ( tidak syirik kepada Allah SWT, tidak maksiat dll).

About The Author

Comments

Related posts