TRIK DALAM BERDA’WAH

Berdakwah merupakan kewajiban bagi kita setiap kaum muslimin, karena Allah menciptakan manusia sebagai Khalifah Fil Ard. Salah satu bentuk tugas dari  umat Islam adalah menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran sesuai dengan Firman Allah dalam al-Quran Surat Ali Imran  ayat 110 yang artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”( Q.s Ali Imran  ayat  110 ).

Oleh karena itu, kita sebagai hamba Allah yang  mengaku beriman kepada Allah dan Rasul, wajiblah untuk menyeru manusia kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Dalam melaksanakan suatu kegiatan, tentu ada aturan yang mesti kita patuhi, begitu juga dengan dakwah, yang merupakan amanah yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang tentunya juga mesti mengikuti aturan – aturan dakwah yang dijelaskan oleh Allah.

Dalam berdakwah ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan, diantaranya :

  1. Dakwah hendaklah mengemukakan alternatif, Allah berfirman dalam Q.S Hud ayat 78 yang artinya : Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, Inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. tidak Adakah di antaramu seorang yang berakal?”( Q.s. Hud ayat 78 ).Menurut sejarah yang kita ketahui, bahwa umat Nabi Luth pada waktu itu suka melakukan hubungan seksual sesama jenis (homoseksual), jadi dalam melakukan dakwahnya Nabi Luth tidak hanya sekedar melarang umatnya meninggalkan perbuatan itu saja, akan tetapi mencarikan solusinya agar permasalahan yang terjadi dapat diatasi.Ini  merupakan suatu pelajaran bagi kita umat  islam dalam menyampaikan kebenaran.
  2. Isi Dakwah hendaknya merupakan seruan untuk berfikir dan beriman kepada Allah dan Rasul yang berlandaskan Ilmu pengetahuanFirman Allah dalam Q.S Al anbiya’ ayat 52 – 54 yang artinya : (ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung Apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak Kami menyembahnya”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”. ( Q.s Al anbiya’ ayat 52 – 54 )Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa umat pada masa Nabi Ibrahim ini suka menyembah patung, termasuk ayahnya sendiri yang bernama Azar.

    Nabi Ibrahim melaksanakan tugas dakwahnya tidak hanya sekedar melarang saja, akan tetapi mengemukakan alternatif yaitu dengan mengajak kaum tersebut untuk berfikir, seperti yang tergambar dalam perkataan Nabi Ibrahim dalam ayat diatas, “Patung – patung apa ini yang kamu tekuni (yang disembah)” kaumnya menjawab “ Kami mendapati bapak – Bapak kami menyembahnya”. Ibrahim berkata “ sesungguhnya kamu dan bapak – bapakmu berada dalam kesesatan. Jadi, disamping mengemuka-kan argumen dalam berdakwah, hendaknya isi dakwah tersebut  dapat menggugah diri kita sendiri dan juga orang lain untuk merenung dan berfikir terhadap apa yang telah dilakukan, kemudian juga kita berikan alternatif dengan mengarahkan untuk berbuat kebaikan.

  3. Dakwah baru berjalan maksimal apabila didukung dan dilaksanakan secara berjama’ah, Allah berfirman dalam Q.S At-Taubah ayat 71 yang artinya: Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Q.s At-Taubah ayat 71 ). 

Firman Allah ini merupakan motivasi bagi kita kaum muslimin dalam melaksanakan amal jama’i (Bekerja sama) serta untuk selalu istiqamah dalam mengemban dakwah. Karena dalam berdakwah juga membutuhkan kepedulian dari semua pihak, apabila sesama kita sudah sama peduli dan saling berperan dalam melaksanakan dakwah ini, Insya Allah kebenaran yang disampaikan akan terlaksana dengan maksimal.

About The Author

Comments

Related posts