Study Comparative ICBS ke Malaysia dan Singapure

Dalam rangka membuka wawasan dan cakrawala pengetahuan para siswa, Pesantren Terpadu Insan Cendekia (ICBS) Payakumbuh kembali mengadakan study comparative ke Malaysia dan Singapore. Acara yang diselenggarakan tanggal 21-26 Maret 2015 ini diikuti oleh 41 siswa dari putra dan 65 siswa putri.

Ketua rombongan, Ustadz Okta Veldi Andika, Lc. mengatakan, tujuan study comparative ini untuk membuka wawasan mereka tentang dunia luar. Sedangkan tema dari acara ini adalah, “cari inspirasi, gali potensi, dan kembangkan kreativitas”, guna memberikan perbandingan  antara pendidikan di Indonesia dan di Luar Negeri.

“Bisa jadi, mereka akan melanjutkan kuliah di sana. Seperti waktu studi banding ke International Islamic University of Malaysia (IIUM). Di sana anak-anak kita melihat sekolah bertaraf Internasional yang juga memiliki asrama,” papar Ustadz Veldi.

Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang menuju Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur, peserta melakukan study comparative di Sekolah Menengah Agama Bestari (SAM Bestari). Di SAM Rawang peserta disambut dengan penuh kehangatan dan persahabatan, seakan kami adalah tamu agung yang telah lama mereka nanti. Suasana yang akrab, mengantarkan kedua sekolah untuk mengadakan kerjasama antar sekolah di masa mendatang. SAM Rawang berkeinginan mengirimkan sepuluh orang siswanya untuk mengikuti program tahfidz camp di Pesantren ICBS. Sementara Pesantren ICBS berkomitmen untuk mengirimkan siswanya ke SAM Rawang sebagai mentor kegiatan tahfidz.

mou

Di Malaysia, peserta studi juga mengunjungi Petrosains di KLCC. Di sini peserta mencoba beberapa alat peraga sains, guna meningkatkan wawasan keilmuan peserta, khususnya bidang sains. Wawasan ini sangat diperlukan guna menunjang pelajaran mereka di sekolah.

mly1

Pada hari ketiga, peserta berangkat ke Johor Bahru, dan menginap satu malam. “Paginya langsung ke Singapore untuk mengadakan city tour ke Marlion Park, Marina Barage, Universal Studio dan Sentosa Island.

Selama mengikuti study comparative, menurut Ustadz Veldi, peserta belajar tentang tata kelola negara yang rapi, bersih dan disiplin. Demikian juga dengan pengelolaan sekolah yang tertib. “Seluruh pakaian eks-skul dipakai di hari-hari tertentu. Jadi di kelas mereka memakai pakaian yang seragam,” tambah Ustadz Roni Patihan, Lc. yang juga ikut dalam rombongan.

“Jadi anak-anak itu juga semangat karena membawa bidang eks-skul mereka masing-masing. Ini anak karate, ini polisi, ini tentara, dan lain-lain. Sekolah SAM Bestari ini benar-benar sekolah kreatif,” tambahnya.

Menurut Ustadz Roni, SAM Bestari ini mempunyai mata pelajaran wajib pilihan berupa Lifeskill. Siswa diharuskan memilih salah satu mata pelajaran tersebut. Ada yang dilatih menjahit, memasak dan elektronik,” paparnya.

Selama lima hari perjalanan ke Luar Negeri untuk mencari inspirasi, diharapkan para siswa ICBS bisa belajar banyak. Menurut Pimpinan Pesantren ICBS, KH Ahmad Maududi Lc MA, semangat para pelajar di Malaysia dan Singapore hendaknya menjadi pembakar semangat pula bagi siswa ICBS.

“Semoga siswa kita bisa belajar, bagaimana menjadi siswa yang tertib, patuh dan taat pada aturan, dan memiliki semangat belajar yang tak kalah tingginya dengan para siswa yang mereka lihat di Malaysia,” pungkas Ustadz Maududi.

About The Author

H. Hannan Putra, Lc - Wakil Pimpinan Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Kepala Bagian Humas ICBS, jurnalis Harian Nasional Republika

Comments

Related posts