Pesantren ICBS Payakumbuh Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional

PAYAKUMBUH- Sebagai langkah positif dan komitmen ICBS dalam mewujudkan sekolah peduli lingkungan yang sehat, bersih, serta lingkungan yang indah bertaraf nasional, seluruh majelis guru dan karyawan ICBS diwajibkan mengikuti workshop bertajuk “Manajemen Sekolah Berbasis Sistemik”. Pelatihan yang dilangsungkan Rabu 25 Januari 2017 di aula ICBS tersebut mengukuhkan semangat bersama untuk menjadikan ICBS sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional.

Sebagai nara sumber, pihak Yayasan ICBS mendatangkan Kepala Sekolah MTsN IV Angkat Candung, ibu Yesi Makhmi, M.Pd. Beliau telah berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2013 silam. Ibu empat anak ini memang dikenal cakap dalam mewujudkan sekolah ber-SOP (Standar Operasional Prosedur) dan disiplin.

“Seluruh elemen sekolah kita libatkan untuk mengikuti workshop ini. Mulai dari guru dan seluruh tenaga kependidikan, karyawan, bahkan unsur pimpinan pesantren. Satpam, pegawai catering dan laundry pun semuanya ikut. Tujuannya agar ada satu visi dan penyamaan persepsi dalam manajemen pesantren kita,” jelas Wakil Pimpinan ICBS, Ustadz Okta Veldi Andika, Lc kepada wartawan.

Ia berharap, dengan adanya workshop tersebut bisa lebih menghadirkan suasana yang kondusif dan tersistem di lingkungan pesantren. “Seluruhnya ada SOPnya. Seluruhnya ada aturannya, ada penanggungjawabnya. Ini yang akan lebih kita tingkatkan di sekolah kita,” jelas beliau.

Ibu Yesi Makhmi selaku nara sumber memesankan, semakin profesional sebuah sekolah semakin memperhatikan SOP sampai kepada hal-hal terkecil. Bahkan, untuk urusan taman, kebun, dan sebagainya ada termaktup dalam SOP. Barulah pada capaian berikutnya untuk mewujudkan Sekolah Adiwiyata bisa tercapai.

Menurutnya, untuk meraih prestasi sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional bukanlah perjuangan yang mudah. Dia menjelaskan, perjuangan MTsN IV Angkat Canduang dalam meraih penghargaan adiwiyata nasional cukup berliku, karna sekolah ini sempat dinyatakan tidak lolos pada seleksi administrasi karena aplikasi / software penilaian tidak dapat diakses oleh Tim Penilai Nasional.

“Mengingat sekolah ini merupakan sekolah pilot project Adiwiyata untuk Propinsi Sumatera Barat dan sudah melalui tahapan verifikasi propinsi, bupati Agam menulis surat resmi kepada Menteri Lingkungan Hidup agar Tim Penilai Pusat dapat berkunjung langsung ke MTsN IV Angkat Canduang,” kisahnya.

Selanjutnya, permohonan Bupati Agam ini dikabulkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dengan turunnya tim penilai pusat yang langsung dipimpin oleh Kabid Edukasi dan Komunikasi Masyarakat Deputi VI pada 28 November 2013. Akhirnya, beliau berhasil meraih Adiwiyata nasional pada 17 Desember 2013.

About The Author

H. Hannan Putra, Lc - Wakil Pimpinan Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Kepala Bagian Humas ICBS, jurnalis Harian Nasional Republika

Comments

Related posts